Rabu, 04 April 2012

PAK MANTRI-PAK MANTRI..,,,,

Dimulai dari rasa keingintauan saya dengan mantri ditambah pula Seringnya dipanggil Pak mantri di lahan kerja (hehehe), membuat saya tertarik ngebrowsing beberapa artikel guna melengkapi reverensi saya mengenai sejarah mantri di indonesia bahkan di dunia.
Kalau kita runtut sejarah perkembangan dunia keperawatan dari sejak dimulainya pelopor dunia keperawatan modern yakni mbah Florence Nigtingale sampai sekarang ga ada tuh istilah mantri dalam dunia keperawatan. loh kok bisa???
Yups, Mantri tidak akan ditemukan di negara manapun selain di Indonesia. Bermula dari kekurangan tenaga medis di Indonesia dan mendesaknya kebutuhan pelayanan kesehatan yang dituntut oleh masyarakat luas. Akhirnya muncullah sebuah solusi normatif yang tidak pernah dilahirkan oleh sebuah kebijakan secara resmi tetapi juga tidak pernah di larang oleh pemerintah karena terbukti telah memberikan solusi sementara bagi ketidakberdayaan pemerintah dalam menyediakan jasa pelayanan kesehatan secara layak di tengah-tengah tuntutan masyarakat akan pelayanan yang paripurna.
Pernah denger lagu jawa kayak gini ga. "Jaranan-jarane jaran teji,,,,(sing nunggang ndoro bei, sing ngiring poro mantri" Kurang lebih pada kalimat berkurung artinya gini "Ndoro bei (sang penguasa) yang mengemudikan, para mantri yang mengiringi. Dari lagu itu sendiri Istilah mantri sendiri sebenarnya dari bahasa jawa, istilah ini sering diambil lakon permainan catur dimana dalam permainan catur mantri (patih ) dikenal sebagai ikon yang sangat luas yang sanggup mendampingi dan melindungi raja. Raja dalam hal ini adalah seorang dokter. Pada saat itu dokter adalah profesi yang sangat sulit, langkahnya pendek biasanya di daerah perkotaan saja, tidak bisa dipanggil ke pelosok dengan motor ojek atau berjalan kaki melewati pematang sawah, ada batas kharisma yang tidak bisa ditembus oleh wong cilik untuk menghadap raja dan akhirnya dikenalah seorang mantri yang menggantikan posisi raja dalam tatanan yang serba susah di tengah keterbatasan masyarakat.
Mantri hingga kini masih eksis di indonesia dan memiliki tempat sendiri di mata masyarakat pedesaan. Konsep bottom up seorang mantri terkadang booming sampai pada beberapa tempat seorang mantri mampu dikenal secara luas oleh masyarakat dengan jumlah pasien yang sangat menakjubkan melebihi seorang dokter yang terkenal sekalipun di perkotaan. 
Sayangnya karena profesi mantri ini adalah bentukan zaman dimana muncul atas tuntutan kebutuhan zaman dan tidak pernah diakui sebagai sebuah profesi yang legal dimana profesi ini secara legal lebih melekat pada profesi perawat yang seharusnya secara professional adalah memberikan pelayanan keperawatan. Pada akhirnya posisi perawat yang sering disebut mantri ini menjadi bias dimana secara legal adalah seorang perawat tetapi realitasnya adalah pemberi therapi layaknya seorang dokter.
Hal tersebut sedikit demi sedikit akhirnya menempatkan mantri pada posisi yang sangat sulit dimana professi dokter saat ini sangat terganggu sekali imagenya oleh keberadaan mantri dan posisi perawat menjadi bias karena mantri bekerja lebih banyak tidak pada ranah keperawatan tetapi lebih kepada ranah medis yang lebih dekat pada professi dokter. 
Tidak ada yang bisa disalahkan atas kemunculan mantri di tengah profesi keperawatan karena pada saat itu belum ada payung hukum atau undang undang yang mengatur secara khusus tentang praktek keperawatan, tetapi justru terbit undang-undang yang justru lebih melanggengkan dan mengharumkan keberadaan mantri di tengah masyarakan dimana seorang perawat dapat memberikan pengobatan dasar kepada masyarakat dengan syarat memiliki dokter penanggung jawab yang telah memahami betul capabilitas atau keahlian individu perawat tersebut dalam memberikan pengobatan.




Sumber:
http://mantrimania.blogspot.com/2008/10/sejarah-mantri.html
http://karotempodulu.blogspot.com/2010/09/mantri-tjatjar-bersama-istri-dan-anak.html
http://www.mypangandaran.com/berita/detail/global/857/mantri-ppn-pangandaran-itu-sekarang-telah-tiada.html
http://mantrianimasi.blogspot.com/2011/01/mantri-adalah.html





1 komentar:

  1. Sepertinya Mantri dalam bahasa Jawa itu bukan Patih dalam Catur tapi Menteri dalam bahasa Indonesa. Makanya Si Ndoro Bei punya banyak Menteri.

    BalasHapus